EsDe… [part 1]

anak-sd

Gini tah kalo lagi bete, gerah sumpah, panas banget ayeunamah di Bandung teh. Gak tahu lah kalo lagi nyorangan, ngerenung kieu pasti weh bakalan keinget-inget  bagaimana serunya dunia waktu saya EsDe. Dulu punya sahabat sebangku waktu EsDe namanya Eki Budi Pratama (where are you pehul?). Dia itu jelmaan Emancipatory City, pemersatu orang-orang kelas pinggiran seperti saya dengan orang-orang kelas atas seperti si Eki itu. Dia jadi salah satu alasan kenapa saya BANGGA sekolah di EsDe anak-anak petani dan kuli stasion ini. Smart, religius,  supel, prototype anak modern lah,  keluarganya the have , pang  handsome-na di sakola. Saking cool na si Eki, sampe gadis-gadis yang umurnya lebih bangkotan 3 sampai 4 tahun dari dia pada ngejar-ngejar. Suka maksudnya, ..ya gitu lah.

Waktu itu sih saya belum bisa menafsirkan secara hitam putih apa itu ganteng apa itu cantik, yang jelas gua menilai si Eki ganteng, patokannya kalo ada cewe suka cowo,berarti yang cowo “ganteng” [absurd!!]. Makanya sampai sekarang kalau saya menilai laki-laki ganteng [fisikly] atau tidak ,patokannya ya si Eki itu. Hampir 6 tahun gak ketemu sama si Eki, kabar yang dikasih sama burung [naon coba maksudna] sekarang dia kuliah di Maranatha University, Bandung , jadi Dokter rupanya kau Ki!!. Dari dulu kita  selalu punya obsesi yang gila-gila, dia dulu pernah bilang pengen shoping di Mars [anggapan dia Mars itu Amerika], dulu kita bercita-cita pengen buat program komputer yang bisa jawab semua pertanyaan, yang konyol sekalipun pertanyaannya [dimanakah si Eki nyembunyiin upilnya?] , backroundnya sih dulu males ngerjain PR.. eh dongkolnya 5 bulan kemudian program itu udah kapanggih duluan sama si Larry page dan si Sergey Brin, dikasih namalah Google.

Teman-teman waktu EsDe tuh paling experience banget, mereka unik-unik, polos, jujur, pokoknya amazing lah pas EsDe mah. Katanya kalau mau lihat seperti apa kelak seseorang nantinya, lihat ajah behavior dia waktu esDe nya kayak gimana. Itu cuma sebagian asumsi. Tapi ini beneran lho. Contohnya teman EsDe dulu si feri udah doyan tuh mata duitan, segala apa mesti bayar kalau sama dia mah, dan sekarang terakhir ketemu dia jadi saudagar ulung.

Trus si Muhammad Abu Bakar  dia senstif banget, penyayang, punya binatang peliharaan dari mulai Lege, cacing, sireum tataman, Japati dll, nama panggilannya aja Yayank, sekarang dia jadi perawat.Cocok Yank.

oh si Yosef, tangannya terampil pisan, terakhir denger dia sekolah tekhnik, tapi teu nyaho pastina ketang.

Kalo yang paling miris sih si Rudi, dia pemegang teritorial EsDe se-kecamatan. Jegerna Esde saCianjur ceuk urang mah. Wilayah taklukana hampir seluruh sudut arah mata angin. Dari semenanjung Timur Esde Cilaku sampai EsDE paling kota Sd Ibu Jenab hiji. Dia biasa dipanggil  si  Lord voldemort, tokoh antagonis di dunia per-Harry Potteran. But, dia juga  pelindung pisan ka Rakyatna kawas arurang, tapi…. biasalah Pajak Negara kudu ngalir ka manehna kalo pelayanan dan keamanan pengen tetep lestari. Mau tahu dia gimana sekarang?  tetep… masih didunia malak memalak, pajak memajak, meskipun skala jajahannya tak segemilang dulu.

And then, cara pandang saya jadi rada aneh saja kalau mengenang masa-masa itu. Semuanya jadi lebih jelas bahwa manusia memang diciptakan dengan perbedaan-perbedaan yang very very unik, dan itu sangat menyenangkan!! why? mereka menilai perbedaan dengan “cara” yang jujur, semua perbedaan mempunyai warna warni tersendiri bahwa si A merah, Aku hitam, eh dia mah kuning, oh mereka hijau , sangat colorfull, mereka tak melihat bedanya tapi melihat warna-warni yang bila di satukan menjadi lukisan dengan gradasi yang indah, indah sekali. Tak menghilangkan sedikitpun binar-binar keceriaan dalam wajah mereka.  Namun semua warna-warna itu luntur ketika kita beranjak dewasa, semua dinilai ini HITAM dan itu PUTIH. Just it!! kalaupun ada yang netral, antara hitam dan putih..ya BUTEK..
Mungkin itu asumsi sebagian orang dewasa kayak gitu. meren. ngga ah, sebagian buesaar malah. Whatever lah.. pokoknya buat teman-teman EsDe saya, …. change the world with your’s  amazing talent.

Iklan

3 Responses to EsDe… [part 1]

  1. agnessekar berkata:

    Selamat sore Tapak langit, sami atuh abdi oge urang Bandung, Dulu ketika saya ESDE di Bandung saya pikir sekolahan saya itu luas sekali halamannya, ketika beberapa bulan saya melewati ESDE yang sama lho koq rupanya biasa-biasa saja. ESDE nya tidak berubah tapi midn set saya yang sudah berubah, Bukan demikian Akang.

    Haturnuhun, ti agnessekar.com

  2. YasminNCH berkata:

    Waktu eSDe saya orangnya introvert. Suka dijahatin temen-temen. Tapi, meski bagaimanapun, disayang guru. Halah-halah-halah. Kalo gitu sekarang jadi apa, Kang? eSDe di Bandung asli, baru dikunjungi oleh temanmu kemarin-kemarin. Hihihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: